Selamat menikmati, sobat muda ! Yuk, berpartisipasi :D ! Mari menuju takwa sejati Inilah kami, Pers Muda! Beside a journalist, We are Movie Maker






Sabtu, 29 Desember 2012

Pencerah Dalam Lingkaran, Penggerak Dalam Perubahan

NuansaOnline- Alumni Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) mempunyai peran penting tidak hanya untuk meningkatkan kualitas UMY sebagai universitas yang unggul dalam ilmu pengetahuan dan teknologi yang dilandasi dengan nilai-nilai keislamannya, tetapi juga berperan bagi kehidupan berbangsa dan bernegara. Menjadi pencerah dalam lingkarannya, dan menjadi penggerak perubahan.

Hal ini diungkapkan Prof. Dr. H. M Din Samsyudin, M.A, Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah pada Orasi Budaya yang merupakan salah satu rangkaian kegiatan Reuni Akbar dan Munas V Keluarga Alumni Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (KAUMY), yang bertempat di Hall Masjid K.H. Ahmad Dahlan, Jum’at (28/12).

Din menjelaskan peran organisasi kekeluargaan sangat penting dalam mendorong mobilitas vertikal khususnya bagi alumni itu sendiri dan juga kepada yuniornya yang masih mengenakan almamater.

“KAUMY diharapkan tidak hanya sebagai paguyuban, tetapi bisa menjadi sebuah networking yang mendorong tampilnya anggota yang bisa memberikan feedback bagi UMY. Apalagi sekarang ini sudah banyak anggota alumni UMY yang kini menduduki posisi-posisi penting”, jelasnya.

Menurut Din peran penting alumni juga melakukan perubahan dalam kehidupan berkebangsaan. Dimana saat ini budaya kelas menengah belum sepenuhnya tercipta, sehingga sulit untuk melakukan perubahan. Untuk itu dibutuhkan manusia unggul yang tidak mau kalah, selalu ingin mencapai yang terbaik.

“Sekarang ini banyak sarjana yang tidak bisa menjadi pemecah masalah, malah sebaliknya. Di sinilah peran KAUMY dituntut untuk bisa mengatasi masalah tersebut, menjadi pencipta lapangan kerja bagi sarjana yang lain dan bukan mencari pekerjaan”, terangnya.

Din juga menambahkan bahwa harus ada hubungan yang solid antara alumni dengan almamaternya agar bisa menjadi penggerak perubahan tersebut. “Itu semua menuntut adanya solidaritas dan kebersamaan, sehingga bisa menjadi minoritas kreatif yang bisa menggerakkan dan bisa lebih dinamis.”, terangnya.

Di akhir pembicaraan, Din menghimbau semua civitas akademika kampus untuk ikut mengambil peran dalam menggerakkan kehidupan bangsa.

“Bersama-sama kita meluruskan kiblat bangsa indonesia yang saat ini telah mengalami banyak penyimpangan dalam menengakkan kedaulatan negeri ini. Walaupun minimal hanya berkontribusi melalui tulisan dan opini”, imbaunya. (Fr)
Categories: ,

0 comments:

Poskan Komentar

NUANSA